WASPADAI MUSIM HUJAN
PEMERINTAH
KOTA SURABAYA
Pembaca Yang Budiman,
Di bulan penghujung tahun 2009 ini, akhirnya hujan sudah mulai turun. Setelah
sekian waktu musim kemarau panjang berlangsung. Pergantian musim
lazimnya disertai dengan perubahan alam lainnya. Misalnya, cuaca menjadi
dingin, aliran air melimpah, dan sebagainya. Selain perubahan alam, pergantian
musim selalu membawa dampak kepada badan kita. Karenanya,
seperti kata pepatah, sebaiknya kita sediakan payung sebelum hujan. Kita
mesti menyiapkan segala sesuatu sebagai akibat datangnya musim penghujan.
Berkaitan dengan kepentingan warga kota, Pemerintah Kota Surabaya secara
dini telah menyiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi musim
penghujan. Mulai dengan melakukan pengerukan saluran air, mengecek
pompa air, memangkas sejumlah pohon yang rawan tumbang di kala hujan,
dan sebagainya. Tentu saja saya berharap kepada warga masyarakat agar
ikut peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Selokan di sekitar rumah dan
tempat sampah sebaiknya dibersihkan. Dengan harapan, air bisa mengalir
dengan lancar, dan jika tempat sampah bersih maka bisa mengurangi
berkembangnya bibit penyakit.
Pembaca Budiman,
Masih soal hujan, haruslah kita syukuri bersama. Malahan, dengan datangnya
hujan hendaknya kita manfaatkan sebesar-besarnya bagi kehidupan kita.
Apalagi saat ini kita sedang menggalakkan penanaman bunga di pekarangan
kita. Dengan udara dingin dan air hujan, maka menjadi saat yang baik untuk
menanam tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga di sekitar rumah dan lingkungan
kita.

Walikota Surabaya
Drs. Bambang DH, M.Pd.
Saya juga berharap agar para aparatur Pemkot Surabaya dan para tokoh
masyarakat, serta para penggiat sosial untuk menggerakkan warga dalam
bekerja bhakti. Keterlibatan warga dalam turut serta memelihara lingkungan
sangat berarti pada kenyamanan lingkungan kita. Begitu juga, saya berharap
agar para pengusaha dan media massa untuk mendukung usaha merawat
lingkungan kota Surabaya.
Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang harus menjaga lingkungan kota
Surabaya? Harus dipahami bahwa bagaimanapun Pemkot Surabaya juga
memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kekompakkan warga Surabaya menjadi
modal besar untuk merawat kota kita semua.
Akhirnya di akhir tahun ini, saya ingin mengajak semua pihak berefleksi diri,
merenungi dan mengambil hikmah perjalanan selama tahun 2009. Selanjutnya,
semoga perenungan kita melahirkan semangat untuk bisa menjalankan
tugas masing-masing dengan lebih baik di tahun mendatang (2010).
Salam.
LOGIN
