Kota Surabaya meraih Adipura 2009   Surabaya Goes Open Source, Wujudkan Surabaya Smart City   Kota Surabaya meraih juara umum PORPROV II Malang 

Olahraga

Pemuda Surabaya Semangat Ikut Outbond

Pemuda adalah asset bangsa tak ternilai. Di pundak pemuda lah, bangsa ini akan terus bergerak menuju masa kejayaannya. Jika pemudanya hancur, maka bisa diprediksi bangsa ini pun akan menemui ambang kemusnahannya. Menghadapi realita ini, Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kota Surabaya, pun berupaya agar pemuda-pemuda, khususnya pemuda Surabaya memiliki kualitas sehingga bisa diandalkan nantinya.
Karena nanti, di tangan mereka lah, tonggak estafet pembangunan kota ini berada. Kepala Bidang Kepemudaan Dispora, Drs.H. Imam Djasmani, SH mengatakan tahun 2010 ini Pemkot telah menganggarkan sejumlah dana untuk memfasilitasi pengembangan kualitas pemuda. Tahun ini akan ada 500 pemuda Surabaya yang akan mengikuti pelatihan atau outbond. Kegiatan ini pun diadakan secara bertahap. Masing-masing tahap terdiri dari 125 pemuda yang mengikuti pelatihan. Baru-baru ini, tepatnya tanggal 12-14 Pebruari 2010, tahap pertama yang beranggotakan 125 orang mengikuti outbond yang diadakan di Coban Rondo. Pelatihan outbondnya sendiri dikelola oleh Cartenz Human Resources Development. Lembaga Cartenz ini memang sudah cukup tenar dalam memberikan layanan pelatihan seperti outbond dan pelatihan kepemimpinan lainnya. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini para pemuda bisa meningkatkan rasa percaya dirinya, sikap kehatihatian, mawas diri, dan cermat ketika diminta mengambil keputusan,”ujar Imam Djasmani.
Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kota Surabaya yang juga Kepala Biro Surabaya Majalah Fakta ini juga menambahkan bahwa pelatihan-pelatihan outdoor yang mereka ikuti diharapkan juga bisa menjadi satu moment penting untuk menularkan sikap2 positif yang didapatkan pada pemudapemuda lain di sekeliling mereka. Untuk tahap kedua nanti akan diadakan tanggal 5-7 Maret, juga diikuti oleh 125 orang. Tahap ketiga diselenggarakan di Kakek Bodo tanggal 28 Maret sampai 30 Maret. Dan tahap terakhir yaitu tahap keempat diikuti oleh 125 orang diadakan tanggal 17-19 April 2010. Seluruh wilayah Surabaya memiliki perwakilan pemuda yang mengikuti acara outbond ini. Imam mengatakan dalam menyeleksi pemuda-pemuda yang bisa ikuti kegiatan ini ia menyerahkan seluruhnya pada Ketua Karang Taruna Kota, KNPI dan juga seluruh camat di Surabaya. Tahap pertama diikuti oleh pemuda-pemuda dari wilayah Surabaya pusat, tahap kedua pemuda dari wilayah Surabaya Selatan, tahap ketiga diikuti oleh wilayah Surabaya Timur, sedangkan tahap keempat diikuti oleh perwakilan pemuda gabungan dari wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Utara.
Lalu siapakah pemuda-pemuda yang boleh mengikuti kegiatan ini? Imam Djasmani mengatakan semua elemen sudah terwakili. Baik itu dari masing-masing kecamatan, maupun organisasi kepemudaan. Tingkat pendidikan para peserta juga beraneka macam. Elemen-elemen dari organisasi kepemudaan di Surabaya, seperti perwakilan dari KNPI, GP Anshor, HMI, GMNI, pemuda Muhammadiyah, pemuda Kristiani, maupun dari Karang Taruna turut serta dalam kegiatan outbond ini.
Jumlah peserta yang mengikuti outbond tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah peserta outbond dibatasi hanya 100 orang saja. Tahun lalu kegiatan ini diadakan di Trawas. “Kegiatan outbond ini ternyata cukup efektif manfaatnya. Oleh karena itu tahun ini jumlahnya kami tingkatkan,”ungkap Kepala Bagian Kepemudaan.
Pelatihan yang diberikan selama tiga hari itu meliputi pelatihan yang membangun jiwa leadership dan menantang nyali, misalnya seperti panjat tali, flying fox, latihan kekompakan tim, dsb. Di akhir pelatihan, setiap peserta dievaluasi. Masing-masing peserta diberi tes wawancara dan tes secara tertulis. Ada pula poin penilaian yang menanyakan sejauh mana pelatihan
ini memberi manfaat dan apa saja perubahan sikap yang terjadi setelah mengikuti pelatihan ini. Pemuda yang mengikuti kegiatan outbond ini dibatasi antara usia 16 tahun hingga 35 tahun.
Selain pelatihan outbond, para pemuda Surabaya nanti juga akan mendapat pelatihan SDM berupa pelatihan masalah perikanan. Surabaya yang potensinya besar karena dekat laut, memungkinkan budidaya perairan ini sangat potensial untuk dikembangkan. Pelatihan tersebut akan diikuti 50 orang pemuda, bertempat lantai VI Pemkot, dan merupakan kerjasama dengan Dinas Perikanan. Pelatihan perikanan ini akan diselenggarakan pada Juli nanti. Bagian Kepemudaan juga sudah mengagendakan kegiatan pembinaan mental dan tentu saja event yang ditunggutunggu adalah kegiatan Pemuda Pelopor. Kegiatan Pemuda Pelopor ini nantinya akan memilih para pemuda yang memiliki semangat revolusioner dan mempelopori suatu usaha positif di lingkungan mereka. Tahun 2009 lalu sudah terpilih empat pemuda pelopor yang memang kepeloporannya cukup luar biasa. Sebut saja pemuda pelopor bidang kewirausahaan yang dimenangkan oleh Jujuk Alam Bukhori dengan batik elektriknya, Mas Ucik yang memenangkan kategori pendidikan karena telah mempelopori program kakak asuh mendampingi anak-anak tidak mampu agar mau belajar bersama. Ada juga M.Fauzan dari kelurahan Gundih yang begitu kreatif mampu menjernihkan air got dengan alat tradisional dan memanfaatkan air hasil olahan tersebut untuk menyiram tanaman. Tak ketinggalan pula I Dewa Gde Satrya yang telah menggagas ide wisata kota dan memenangkan kategori Seni Budaya dan Pariwisata.
Dispora Surabaya memang punya misi penting mengapa pemuda-pemuda Surabaya ini dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan pengembangan diri seperti outbond ini. Sebab sebagai stakeholder pemerintah, Pemkot juga ingin melibatkan pemuda-pemuda itu dalam sejumlah kegiatan yang positif dan membutuhkan sentuhan kreatif para pemuda. Diharapkan pemuda-pemuda yang sudah mendapatkan pelatihan tersebut bisa menularkan sifat positifnya kepada lingkungan di sekitarnya. Dalam waktu dekat, misalnya pada bulan Mei dan Oktober nanti, Bagian Kepemudaan Dispora Surabaya akan mengadakan bakti sosial bertajuk Karya Bakti Pemuda. Selain itu juga akan ada kegiatan seni budaya, lomba kesenian tradisional, dan Pameran Hasil Karya Pemuda. Semuanya pasti butuh partisipasi dari para pemuda.
Misalnya saja kegiatan Pameran Hasil Karya Pemuda, kegiatan yang akan diadakan pada awal Mei nanti merupakan pameran hasil produk seperti batik, handicraft yang berasal dari produk daur ulang, tabulampot (tanaman buah dalam pot) dan pameran produk kreatif lainnya. Semua yang dipamerkan adalah karya dan kreasi para pemuda Surabaya. Kegiatan pameran ini akan diadakan di Tandes pada awal Mei nanti. Imam Djasmani mengungkapkan pemuda adalah agen pembangunan yang harus senantiasa dibina dan dibimbing agar jiwa mudanya bisa tersalurkan secara positif. “Saya yakin para pemuda kita di Surabaya ini sangat kreatif, dan pasti mereka mampu memberikan efek perubahan positif bagi pembangunan kota. Tergantung kita mau atau tidak membantu memoles potensi mereka sehingga lebih optimal,” tuturnya. (wnd)

RSUD Dr. Sutomo - 031-5501078 RS Islam Surabaya - 031-8471877 RS Dr Soewandhie - 031-3725905 PDAM - 031-5039373 PMK Kenjeran - 031-3736559 PMK Pasar Turi - 031-3534738 PMK Perak - 031-3291760 PMK Rungkut - 031-8411113 PMK Wiyung - 031-7523687 RS Haji - 031-5947760
©2009 Webmaster