Olahraga
Pemuda Surabaya Semangat Ikut Outbond
Pemuda adalah asset bangsa
tak ternilai. Di pundak pemuda
lah, bangsa ini akan terus
bergerak menuju masa kejayaannya.
Jika pemudanya hancur, maka bisa
diprediksi bangsa ini pun akan
menemui ambang kemusnahannya.
Menghadapi realita ini, Dinas
Pemuda dan Olahraga Pemerintah
Kota Surabaya, pun berupaya agar
pemuda-pemuda, khususnya
pemuda Surabaya memiliki kualitas
sehingga bisa diandalkan nantinya.
Karena nanti, di tangan mereka lah,
tonggak estafet pembangunan kota
ini berada.
Kepala Bidang Kepemudaan
Dispora, Drs.H. Imam Djasmani, SH
mengatakan tahun 2010 ini Pemkot
telah menganggarkan sejumlah
dana untuk memfasilitasi
pengembangan kualitas pemuda.
Tahun ini akan ada 500 pemuda
Surabaya yang akan mengikuti
pelatihan atau outbond. Kegiatan ini
pun diadakan secara bertahap.
Masing-masing tahap terdiri dari
125 pemuda yang mengikuti
pelatihan. Baru-baru ini, tepatnya
tanggal 12-14 Pebruari 2010, tahap
pertama yang beranggotakan 125
orang mengikuti outbond yang
diadakan di Coban Rondo. Pelatihan
outbondnya sendiri dikelola oleh
Cartenz Human Resources
Development. Lembaga Cartenz ini
memang sudah cukup tenar dalam
memberikan layanan pelatihan
seperti outbond dan pelatihan
kepemimpinan lainnya. “Kami
berharap dengan adanya pelatihan
ini para pemuda bisa meningkatkan
rasa percaya dirinya, sikap kehatihatian,
mawas diri, dan cermat
ketika diminta mengambil
keputusan,”ujar Imam Djasmani.
Kepala Bidang Kepemudaan
Dispora Kota Surabaya yang juga
Kepala Biro Surabaya Majalah Fakta
ini juga menambahkan bahwa
pelatihan-pelatihan outdoor yang
mereka ikuti diharapkan juga bisa
menjadi satu moment penting
untuk menularkan sikap2 positif
yang didapatkan pada pemudapemuda
lain di sekeliling mereka.
Untuk tahap kedua nanti akan
diadakan tanggal 5-7 Maret, juga
diikuti oleh 125 orang. Tahap ketiga
diselenggarakan di Kakek Bodo
tanggal 28 Maret sampai 30 Maret.
Dan tahap terakhir yaitu tahap
keempat diikuti oleh 125 orang
diadakan tanggal 17-19 April 2010.
Seluruh wilayah Surabaya
memiliki perwakilan pemuda yang
mengikuti acara outbond ini. Imam
mengatakan dalam menyeleksi
pemuda-pemuda yang bisa ikuti
kegiatan ini ia menyerahkan
seluruhnya pada Ketua Karang
Taruna Kota, KNPI dan juga seluruh
camat di Surabaya. Tahap pertama
diikuti oleh pemuda-pemuda dari
wilayah Surabaya pusat, tahap
kedua pemuda dari wilayah
Surabaya Selatan, tahap ketiga
diikuti oleh wilayah Surabaya Timur,
sedangkan tahap keempat diikuti
oleh perwakilan pemuda gabungan
dari wilayah Surabaya Barat dan
Surabaya Utara.
Lalu siapakah pemuda-pemuda
yang boleh mengikuti kegiatan ini?
Imam Djasmani mengatakan semua
elemen sudah terwakili. Baik itu dari
masing-masing kecamatan, maupun
organisasi kepemudaan. Tingkat
pendidikan para peserta juga
beraneka macam. Elemen-elemen
dari organisasi kepemudaan di
Surabaya, seperti perwakilan dari
KNPI, GP Anshor, HMI, GMNI,
pemuda Muhammadiyah, pemuda
Kristiani, maupun dari Karang
Taruna turut serta dalam kegiatan
outbond ini.
Jumlah peserta yang mengikuti
outbond tahun ini meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah peserta outbond
dibatasi hanya 100 orang saja.
Tahun lalu kegiatan ini diadakan di
Trawas. “Kegiatan outbond ini
ternyata cukup efektif manfaatnya.
Oleh karena itu tahun ini jumlahnya
kami tingkatkan,”ungkap Kepala
Bagian Kepemudaan.
Pelatihan yang diberikan selama
tiga hari itu meliputi pelatihan yang
membangun jiwa leadership dan
menantang nyali, misalnya seperti
panjat tali, flying fox, latihan
kekompakan tim, dsb. Di akhir
pelatihan, setiap peserta dievaluasi.
Masing-masing peserta diberi tes
wawancara dan tes secara tertulis.
Ada pula poin penilaian yang
menanyakan sejauh mana pelatihan
ini memberi manfaat dan apa saja
perubahan sikap yang terjadi
setelah mengikuti pelatihan ini.
Pemuda yang mengikuti kegiatan
outbond ini dibatasi antara usia 16
tahun hingga 35 tahun.
Selain pelatihan outbond, para
pemuda Surabaya nanti juga akan
mendapat pelatihan SDM berupa
pelatihan masalah perikanan.
Surabaya yang potensinya besar
karena dekat laut, memungkinkan
budidaya perairan ini sangat
potensial untuk dikembangkan.
Pelatihan tersebut akan diikuti 50
orang pemuda, bertempat lantai VI
Pemkot, dan merupakan kerjasama
dengan Dinas Perikanan. Pelatihan
perikanan ini akan diselenggarakan
pada Juli nanti. Bagian Kepemudaan
juga sudah mengagendakan
kegiatan pembinaan mental dan
tentu saja event yang ditunggutunggu
adalah kegiatan Pemuda
Pelopor. Kegiatan Pemuda Pelopor
ini nantinya akan memilih para
pemuda yang memiliki semangat
revolusioner dan mempelopori
suatu usaha positif di lingkungan
mereka. Tahun 2009 lalu sudah
terpilih empat pemuda pelopor
yang memang kepeloporannya
cukup luar biasa.
Sebut saja pemuda pelopor
bidang kewirausahaan yang
dimenangkan oleh Jujuk Alam
Bukhori dengan batik elektriknya,
Mas Ucik yang memenangkan
kategori pendidikan karena telah
mempelopori program kakak asuh
mendampingi anak-anak tidak
mampu agar mau belajar bersama.
Ada juga M.Fauzan dari kelurahan
Gundih yang begitu kreatif mampu
menjernihkan air got dengan alat
tradisional dan memanfaatkan air
hasil olahan tersebut untuk
menyiram tanaman. Tak ketinggalan
pula I Dewa Gde Satrya yang telah
menggagas ide wisata kota dan
memenangkan kategori Seni Budaya
dan Pariwisata.
Dispora Surabaya memang
punya misi penting mengapa
pemuda-pemuda Surabaya ini
dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan
pengembangan diri seperti outbond
ini. Sebab sebagai stakeholder
pemerintah, Pemkot juga ingin
melibatkan pemuda-pemuda itu
dalam sejumlah kegiatan yang
positif dan membutuhkan sentuhan
kreatif para pemuda. Diharapkan
pemuda-pemuda yang sudah
mendapatkan pelatihan tersebut
bisa menularkan sifat positifnya
kepada lingkungan di sekitarnya.
Dalam waktu dekat, misalnya
pada bulan Mei dan Oktober nanti,
Bagian Kepemudaan Dispora
Surabaya akan mengadakan bakti
sosial bertajuk Karya Bakti Pemuda.
Selain itu juga akan ada kegiatan
seni budaya, lomba kesenian
tradisional, dan Pameran Hasil Karya
Pemuda. Semuanya pasti butuh
partisipasi dari para pemuda.
Misalnya saja kegiatan Pameran
Hasil Karya Pemuda, kegiatan yang
akan diadakan pada awal Mei nanti
merupakan pameran hasil produk
seperti batik, handicraft yang
berasal dari produk daur ulang,
tabulampot (tanaman buah dalam
pot) dan pameran produk kreatif
lainnya. Semua yang dipamerkan
adalah karya dan kreasi para
pemuda Surabaya. Kegiatan
pameran ini akan diadakan di
Tandes pada awal Mei nanti.
Imam Djasmani mengungkapkan
pemuda adalah agen pembangunan
yang harus senantiasa dibina dan
dibimbing agar jiwa mudanya bisa
tersalurkan secara positif. “Saya
yakin para pemuda kita di Surabaya
ini sangat kreatif, dan pasti mereka
mampu memberikan efek
perubahan positif bagi
pembangunan kota. Tergantung kita
mau atau tidak membantu memoles
potensi mereka sehingga lebih
optimal,” tuturnya. (wnd)
LOGIN
