Arsip Berita
Pembangunan Box Cluvert dan Jalan Tembus
03 Mei 2009
- Edisi: 1
Rubrik: Laporan Utama -
SKPD:
MEMASUKI tahun 2009, Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan beberapa program pemba ngunan. Salah satu yang menjadi target adalah pembangunan infrastruktur peningkatan kapasitas jalan. Anggaran infrastruktur dialokasikan sebanding dengan anggaran untuk kesejahteraan rakyat, seperti; pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Lebih dari Rp. 1 triliun dialokasikan untuk anggaran pembangunan dan pengembangan infrastruktur. Alokasi anggaran pembangunan dan pengembangan infrastruktur mengalami kenaikan lebih dari 68% dari tahun sebelumnya. Anggran infrastruktur dialokasikan untuk pembangunan jalan baru sepanjang 7,28 km, Box Culvert di Banyu Urip, Semolowaru dan Menur, serta jalan tembus di Balas Klumprik sepanjang 3,1 km. Sedangkan Peningkatan terbesar terjadi pada program pengendalian banjir dan pengamanan pantai yang sekarang menjadi lebih dari Rp. 271 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 170% dari tahun lalu. Pembangunan Box Culvert Pembangunan jalan dengan menggunakan teknik Box Culvert di jalan Banyu Urip mengalami beberapa hambatan diantaranya adalah karena sulitnya pembebasan lahan disebabkan mahalnya harga tanah. Oleh karena itu Pembangunan Jalan Banyu Urip menjadi tersendat. Jalan Banyu Urip merupakan salah satu urat nadi perekonomian karena merupakan penghubung antara kota Surabaya dan Gresik. Oleh karena itu, setiap hari selalu terjadi kemacetan, dikarenakan volume kendaraan > kapasitas jalan banyu urip. Begitu pula dengan alasan karena masih belum sempurnanya akses dari timur ke barat kota surabaya. Saluran air Gunung Sari dari saluran irigasi belum menjadi saluran pematusan. Dampak yang terjadi setelah pembangunan. Setelah pembangunan Box Culvert, diharapkan kemacetan akan berkurang ( v/c < 0,8 ) terutama di akses koridor timur barat ( Jl. Banyu Urip, Jl. Indragiri & Jl. Mayjen sungkono). Begitu pula genangan di cacthment area diversi gunungsari akan semakin berkurang karena telah berfungsinya saluran Gunungsari sebagai saluran pematusan. Selain efek tersebut, pembangunan jalan tersebut diharapkan bisa membuka akses dari timur ke barat. Sehingga semakin bertambahnya laju pertumbuhan ekonomi kota surabaya. Hal tersebut dikarenakan Jl. Banyu Urip merupakan salah satu akses menuju kabupaten gresik. Yang terpenting, sesuai dengan RTRW, daerah Surabaya barat akan semakin berkembang. Peningkatan kapasitas jalan di Semolo Waru dikarenakan beberapa sebab. Yang terutama adalah karena kemacetan yang terjadi di sana. Kemacetan dikarenakan adanya penyempitan (bottle neck) di Jl. Semolo Waru sisi barat (sta 0+750). Selain itu juga terjadi kemacetan di persimpangan Jl. Semolo Waru hingga Jl. Semampir (sisi timur menuju ke jembatan merr Iic atau sta 0+000). Hal tersebut yang menjadi sebab-sebab perlunya dibangun jalan tersebut. Peningkatan kapasitas jalan di Semolowaru dapat meningkatkan perkembangan perekonomian di kawasan Surabaya timur. Kawasan Surabaya timur kini juga menjadi semakin berkembang menjadi daerah perekonomian baru di Surabaya. Selain itu, jalan ini mampu meningkatkan aksesibilitas kawasan terutama yang akan menuju ke arah Merr Iic. Ini penting karena Merr IIc ini akan menghubungkan Surabaya dari utara ke selatan di sisi timurnya. Peningkatan kapasitas jalan di Menur juga tak kalah pentingnya dengan Semolo Waru. Ruas jalan Menur ini setiap harinya selalu mengalami kemacetan dikarenakan adanya penyempitan (bottle neck) di pertigaan Jl. Pucang Jajar tengah dengan Jl. Menur (sta 0+290). Selain itu, llingkungan yang kumuh di sepanjang Jl. Menur juga menyebabkan kemacetan tersendiri. Kumuhnya lingkungan di Jl. Menur dikarenakan adanya pasar. Bila box culvert Menur telah terbangun, maka setidaknya akan terwujud kelancaran lalu lintas di kawasan Surabaya timur. Saat ini, Menur juga menjadi salah satu jalan yang banyak dilalui oleh mayoritas kendaraan di Surabaya timur. Selain itu, masalah bottle neck yang mengakibatkan kemacetan di Jl. Menur juga teratasi. Karena box culvert akan melebarkan jalan yang sempit karena kondisi sekarang ini. Disamping itu, pembangunan jalan tersebut juga menimbulkan efek baik bagi lingkungan. Tertatanya lingkungan bisa mengatasi masalah kekumuhan yang disebabkan adanya pasar di sisi timur Jl. Menur. Sedangkan jalan tembus Balasklumprik dan Wiyung dilaksanakan dengan maksud untuk memperlancar akses antara Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Jalan ini sangat penting untuk kelancaran transportasi untuk kelancaran perekonomian daerah sekelilingnya. Pentingnya pembangunan jalan ini adalah karena masih kurangnya aksesibiltas antar wilayah kota surabaya. Ditambah lagi karena kemacetan yang terjadi di jalan Mastrip setiap harinya. Namun demikian, status kewenangan pembinaan jalan merupakan kewenangan pemerintah propinsi Jawa Timur. Hal itulah yang masih menjadi halangan pembangunannya. Sering terjadi genangan yang cukup tinggi dan membutuhkan waktu yang lama untuk menuntaskannya. Masalah itu pula yang menjadi dasar mengapa pembangunan jalan itu menjadi sangat penting. Genangan air itu dikarenakan saluran tepi kurang berfungsi secara optimal serta adanya hambatan pada goronggorong. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Bina Marga dan Pematusan telah berkirim surat ke Dinas PU Bina Marga Propinsi Jatim terkait masalah tersebut diatas. Program pembangunan jalan tembus tersebut ditujukan untuk meningkatkan perekonomian wilayah Surabaya barat. Peningkatan perekonomian ini disebabkan karena akses wilayah Surabaya barat menjadi terbuka. (*) []
LOGIN
