Arsip Berita
Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai
03 Mei 2009
- Edisi: 1
Rubrik: Laporan Utama -
SKPD:
SALAH SATU program lain yang menjadi target pada tahun 2009 adalah program pengendalian banjir dan pengamanan pantai serta pembangunan infrastruktur Kenjeran. Program peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana drainase dalam upaya mengantisipasi ancaman bahaya banjir dan genangan ini sesuai dengan misi mewujudkan penataan lingkungan kota yang bersih sehat hijau dan nyaman. Targetnya adalah untuk menurunkan ancaman banjir. Isu-isu yang menjadi dasar program ini adalah seperti: Berubah fungsinya tata guna lahan dari pertanian menjadi permukiman maupun pusat perdagangan dan pusat-pusat kegiatan lainnya. Konversi dan penataan sistem dan manajemen saluran. Strategi peningkatan kualitas saluran tepi. Pengaruh global warming. Sedangkan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut adalah (1) Penyiapan strategi penanganan dengan memperhatikan karakteristik kawasan; (2) Perubahan kebijakan tentang manajemen air; dan (3) Perubahan kebijakan tentang manajemen air. Oleh karena itu, disediakan solusi dengan melakukan perubahan fungsi saluran dari saluran irigasi menjadi saluran pematusan. Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan adalah: Pembangunan Saluran Tepi Jl Dharmahusada (Sisi Utara) Pembangunan saluran tepi di jala Dharmahusada menjadi sangat penting karena kondisi jalan yang belum memiliki saluran tepi. Awalnya, jalan Dharmahusada sebenarnya diperuntukan bagi lingkungan perumahan, sehingga tidak memiliki saluran tepi yang terlalu lebar. Namun dengan perkembangan perekonomian, fungsi jalan tersebut kini telah berubah menjadi pusat perdagangan dan perniagaan. Oleh karena itu, Dharmahusada menjadi rawan banjir dan pembangunan saluran tepi ini diharapkan berfungsi sebagai surface drain. Selain itu, saluran tepi jalan yang akan dibangun dapat mengurangi genangan air di Jalan Dharmahusada. Ini dikarenakan apabila saluran tepi mempunyai dimensi yang lebar, maka aliran air menjadi lebih lancar dan mengurangi genangan. Pembangunan Saluran Sekunder Kali Rungkut Menuju Avoor Wonorejo Setujuan dengan pembangunan saluran tepi di Dharmahusada, pembangunan saluran sekunder di Kali Rungkut menuju AvoorWonorejo juga diperuntukkan dalam upaya mengurangi genangan air ketika penghujan tiba. Saluran sekunder ini diharapkan dalat membantu saluran tepi sepanjang Kali Rungkut untuk mengalirkan air menuju avoorWonorejo. Dengan terbantunya saluran tepi oleh saluran sekunder tersebut, maka genangan air di catchment Kali Rungkut akan berkurang. Setidaknya ini dapat menyebabkan aliran air menjadi lancar dan genangan air akan cepat surut. Box Culvert Rungkut Asri Tengah Menuju Saluran Kebon Agung Dengan menggunakan konsep yang serupa untuk usaha paningkatan kapasitas jalan, program pembuatan box culvert juga akan dilakukan di Rungkut Asri Tengah menuju saluran Kebon Agung. Pembuatan box culvert ini akan mempercepat aliran air di saluran Rungkut Tengah menuju saluran primer Kebon Agung. Peningkatan Saluran Tepi Gembong Tebasan Langkah pengendalian banjir yang akan ditempuh oleh Pemkot Surabaya di tahun 2009 ini salah satunya adalah dengan peningkatan saluran tepi Gembong Tebasan. Tindakan ini dimaksudkan agar saluran tepi Gembong Tebasan bisa bertindak sebagai surface drain dan mempercepat turunnya genangan air di kawasan Gembong Tebasan. Pembangunan Infrastruktur Kenjeran Melengkapi rencana pembangunan infrastruktur di Surabaya timur, Pemkot Surabaya juga menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur di Kenjeran. Ini dikerenakan masih kurangnya akses transportasi di wilayah tersebut serta persiapan wilayah akibat terselesaikannya jembatan Suramadu. Oleh karena itu, Pemkot menyiapkan kegiatan-kegiatan berikut: Pembangunan Jalan Persimpangan Jalan Kenjeran- Tempurejo-Sukolilo Lor Mempersiapkan jalan ini menjadi penting karena akan ada pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Karenanya, Pemkot harus menyiapkan infrastruktur supaya daerah sekitarnya bisa memiliki akses yang baik. Pembangunan yang dilaksanakan adalah dengan membuat Fly Over Kenjeran di persimpangan Kenjeran – Putro Agung – Kedung Cowek. Saat ini penyusunan DED sedang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Pembangunan jalan ini tentunya akan mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi wilayah Surabaya utara. Hal ini dikarenakan akses jalan yang tidak lagi ada hambatan dan kondisi jalannya bagus. Peningkatan infrastruktur pendukung pengembangan wisata pantai kenjeran lainnya yang direncakan adalah Jl. Nambangan ( STA 4+00 s/d 4+300), Jl. Kenjeran Pantai (1+900 s/d 4+000), pembangunan jalan di tepi pantai Kenjeran, 1+300) serta persimpangan Jl. Kenjeran (Jl. Kenjeran – Tempurejo – Sukolilo Lor). Pembangunan Jalan di Jl. Sukolilo Lor Perbaikan Geometri Jalan Pada Persimpangan Jl. Kenjeran Menuju Jl. Sukolilo Lor. Perbaikan jalan geometri bertujuan untuk memudahkan kendaraan memanuver atau berbelok, terutama kendaraan dari Jl. Kenjeran sisi utara yang akan menuju Jl. Sukolilo Lor. Melengkapi pembangunan infrastruktur jalan di Sukolilo, dilakukan pelebaran jembatan ke sisi timur selebar 2 m. Ini karena masih ada space yang cukup untuk pelebaran jembatan tanpa menggeser pipa PDAM. Sehingga lebar jembatan akan menjadi 8 m. Konsep perencanaannya adalah menambah kapasitas jalan dengan pelebaran sepanjang 1300 m dan memanfaatkan badan air (sungai) di sisi timur jalan Sukolilo lor, sehingga ruas jalan sukolilo lor yang semula terdiri dari 2 lajur 2 arah tanpa pembatas median ( 2 ud 2) bertambah kapasitasnya menjadi 4 lajur (lebar 4m) dan 2 arah dengan pembatas median selebar 2,5-3 m (4 d 2). Pembangunan Jalan Baru di Tepi Pantai Kenjeran Lokasi yang akan di bangun adalah Jl. Tambak Deres – Jl.Sukolilo Lor (Pangkal Jalan) dan THP Kenjeran (Ujung Jalan). Jalan akan di bangun ditepi pantai kenjeran dengan konstruksi jembatan. Kondisi saat ini lalu lintas yang akan menuju THP kenjeran berasal dari 2 arah yaitu dari arah Utara dan arah Selatan melewati jalan Sukolilo Lor. Jalan tambak deres dan jalan kenjeran pantai yang lebar nya relatif sempit ( hanya 4-5 m). Konsep perencanaan adalah membangun jalan baru dengan konstruksi jembatan yang menghubungkan Jl.Tambak Deres dengan THP kenjeran selebar ± 4 m dan panjang 400 m (sta 1+400 s/d 1+800) dengan fungsi untuk menambah kapasitas jalan dan membagi arus lalu lintas yang akan menuju ke THP Kenjeran. Peningkatan Jalan Kenjeran Pantai Konsep perencanaan adalah peningkatan jalan dengan pelebaran jalan selebar 1,5 – 2 m. Pelebaran ini akan memanfaatkan bahu jalan sisi barat jalan Kenjeran Pantai, sehingga jalan yang semula mempunyai lebar 4-4,5 bertambah lebar menjadi 5 – 6 m. Peningkatan Jalan Nambangan Masalah terberat dari peningkatan jalan nambangan mengalami kesulitan karena merupakan pemukiman padat. Lebar jalan existing sekitar 4 - 4,5 m dan panjang 300 m. Juga terdapat bahu jalan 2,5 – 3 m. Konsep perencanaan nya adalah peningkatan jalan dengan pelebaran jalan selebar 1,5 – 2 m. Dengan memanfaatkan bahu jalan sisi Barat dan Timur jalan Nambangan, sehingga jalan yang semula mempunyai lebar 4-4,5 bertambah lebar menjadi 5 – 6 m. Konsep perencanaan adalah membangun jalan baru dengan konstruksi jembatan yang menghubungkan Jl.Tambak Deres dengan THP kenjeran selebar ± 4 m dan panjang 400 m (sta 1+400 s/d 1+800) dengan fungsi untuk menambah kapasitas jalan dan membagi arus lalu lintas yang akan menuju ke THP Kenjeran. (*) []
LOGIN
