Kota Surabaya meraih Adipura 2009   Surabaya Goes Open Source, Wujudkan Surabaya Smart City   Kota Surabaya meraih juara umum PORPROV II Malang 

Wisata

Cagar Budaya di Surabaya
Saksi Bisu Perjuangan Arek Suroboyo

Sebagai ikon kota Surabaya, gedung pemerintahan di Jl. Yos Sudarso cukup megah dan kokoh berdiri tepat di jantung kota Surabaya. Di jalan tersebut berdiri tegak patung besar Jenderal Sudirman yang menghadap ke selatan. Jenderal Sudirman adalah seorang pemimpin militer pada masa perang (1945-1949) dan pengabdiannya pada negara membangkitkan kenangan di seluruh negeri. Oleh karena itu hampir di seluruh kota di Indonesia ada nama Jalan Jenderal Sudirman.
Tepat dibelakang patung tersebut terdapat GEDUNG UTAMA BALAI KOTA yang terletak di Taman Surya. Gedung yang memiliki panjang 102 m dan lebar 19 m selesai dibangun pada tahun 1923 dan ditempati tahun 1927. Dirancang oleh Arsitek C. Citroen dan pelaksanaannya H.V. Hollandshe Beton Mij. Konstruksi bangunan terdiri dari tiang-tiang pancang beton bertulang yang ditanam, sedangkan dinding-dindingnya diisi dengan bata dan semen, atapnya terbuat dari rangka besi dan ditutup dengan sirap tetapi kemudian diganti dengan genteng. Dalam pembangunannya, pembiayaan termasuk perlengkapan lainnya menghabiskan 1000 gulden. Setelah Republik Indonesia diproklamirkan, dilantik Radjamin Nasution sebagai Walikota Kota Besar Surabaya, berdasarkan Penpres 1959 No. 16 maka ditetapkan Walikota juga menjadi Kepala Daerah. Tahun 1965 Kotapraja Surabaya resmi menjadi Kotamadya.
Hari menjelang siang, sinar matahari mulai terasa menyengan. Namun tidak menyurutkan semangat Gapura untuk malanjutkan napak tilas, mengajak pembaca untuk mengenang perjuangan dalam merebut kemerdekaan.

TUGU PAHLAWAN
Tragedi pada tanggal 10 November 1945 dalam episode sejarah yang lalu membuat Surabaya terkenal sebagai kota Pahlawan. Itu merupakan salah satu alasan mengapa Tugu Pahlawan dibangun. Walaupun banyak patung-patung pahlawan di Surabaya, yang satu ini paling penting. Tugu Pahlawan berdiri bagai sebuah roket yang menjulang ke bulan di Taman Kebonrojo berseberangan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jl. Pahlawan. Tugu Pahlawan bukanlah suatu benda seni atau mungkin dekorasi, bukan pula sesuatu yang istimewa, akan tetapi dirancang dengan arsitektur yang sederhana namun kokoh. Monumen ini menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November. Dimana pada tahun 1945 para pahlawan gugur dalam perang kemerdekaan.


KANTOR GUBERNUR
Dahulu Gedung ini merupakan pusat kegitan Pemerintah sejak zaman Hindia Belanda, Jepang dan masa Proklamasi. Gedung ini pada bulan Oktober 1945 pernah dijadikan tempat perundingan Presiden Soekarno dengan Jenderal Hawhorn untuk mendamaikan pertempuran yang terjadi antara pasukan sekutu dengan pemuda-pemuda Surabaya. Dan dari gedung inilah pada tanggal 9 November 1945 jm 23.00 Gubernur Suryo memutuskan menolak Ultimatum Jend. Mansergh yang berisikan agar pejuang-pejuang Surabaya menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu, sehingga terjadilah peristiwa pertempuran pada tanggal 10 November 1945.

HOTEL MOJOPAHIT
Ini dahulu bernama LMS, Orange Hotel, Yamato, Hotel Hoteru dan menjadi pusat kegiatan orang Eropa dan Belanda unutk mengembalikan kekuasaan Belanda di Surabaya. Pada tanggal 19 September 1945 di Hotel ini terjadi INSIDEN BENDERA yaitu perobekan warna biru bendera Belanda oleh Pemuda- pemuda Indonesia agar menjadi bender Merah Putih yaitu bendera Republik Indonesia.
Peristiwa ini terjadi diakibatkan sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Pluegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru dipuncak sebelah kanan Hotel. Dalam peristiwa tersebut mengakibatkan terbunuhnya Mr. Pluegman. Hotel Majapahit Surabaya adalah salah satu hotel di Surabaya yang dirintis oleh Lukas Martin Sarkies sejak tahun 1910 oleh Lukas Martin Sarkies. Hoteln Majapahit ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang dilindungi karena merupakan tempat terjadinya peristiwa perobekan bendera Belanda pada tahun 1945.

GEDUNG RRI
Dahulu gedung ini bernama Gedung Radio Surabaya Simpang Weg. Di gedung ini tanggal 28-30 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara pejuang Surabaya dengan sekutu. Pada pertempuran ini banyak menimbulkan korban terutama di kalangan rakyat Surabaya. Karena fungsi gedung RRI Surabaya ini amat penting, maka gedung ni dikuasai oleh pasukan Sekutu. Pada tanggal 29 Oktober sebagai akibat dari kemarahan rakyat Surabaya, gedung ini dibakar dan berakibat tewasnya seluruh pasukan Sekutu di dalamnya.

JEMBATAN MERAH
(Penghubung Jl. Rajawali dengan Jl. Kembang Jepun) Di sekitar jembatan merah inilah terjadi pertempuran yang paling seru di pulau Jawa. Pertempuran Surabaya ini mulai berkobar pada tanggal 10 November 1945, tidak sampai tanggal tiga bulan setelah Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan di Jakarta dan di dalam pertempuran Jembatan Merah inilah Brig. Jend. Mallaby tewas. Tidak jauh dari jembatan ini terdapat perkampungan China (China Town), suatu daerah yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang berkonstruksi khas China.
Daerah ini merupakan pusat perdagangan yang paling padat. Dan Jembatan Merah merupakan salah satu monumen sejarah di Surabaya, Jawa Timur yang dibiarkan seperti adanya: sebagai jembatan. Jembatan yang menjadi salah satu judul lagu ciptaan Gesang ini, semasa zaman VOC dahulu dinilai penting karena menjadi sarana perhubungan paling vital melewati Kalimas menuju Gedung Keresidenan Surabaya, yang sudah tidak berbekas lagi.
Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Dalam perjanjian itu sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya dalam kekuasaan Belanda. Kini, posisinya sebagai pusat perniagaan terus berlangsung. Di sekitar jembatan terdapat indikator-indikator ekonomi, termasuk salah satunya Plaza Jembatan Merah. Perubahan fisiknya terjadi sekitar tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu menjadi besi. Kini kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun di sisi utara Surabaya itu, hampir sama persis dengan jembatan lainnya. Pembedanya hanyalah warna merah. (syl)

RSUD Dr. Sutomo - 031-5501078 RS Islam Surabaya - 031-8471877 RS Dr Soewandhie - 031-3725905 PDAM - 031-5039373 PMK Kenjeran - 031-3736559 PMK Pasar Turi - 031-3534738 PMK Perak - 031-3291760 PMK Rungkut - 031-8411113 PMK Wiyung - 031-7523687 RS Haji - 031-5947760
©2009 Webmaster